Masih Bingung Saat Macet? Pakai D atau N Bisa Pengaruhi Umur Mobil Matik

Mobil bertransmisi otomatis dirancang dengan sistem perpindahan rasio percepatan yang bekerja secara mandiri di dalam transmisi. Hal ini membuat pengoperasiannya jauh lebih praktis dibandingkan mobil manual. Pengemudi tidak perlu memindahkan tuas transmisi saat kendaraan membutuhkan perubahan kecepatan, baik dari gigi rendah ke tinggi maupun sebaliknya.

1(1).jpg

Bahkan ketika mobil berhenti, sistem pada mobil matik mampu mengatur pemutusan tenaga mesin secara otomatis. Mesin tetap dapat berputar dalam kondisi stasioner tanpa memerlukan injakan pedal kopling seperti pada mobil manual.

Seorang pemilik bengkel spesialis mobil Eropa di wilayah Jawa Tengah menjelaskan bahwa secara teknis, transmisi otomatis memang dirancang untuk tetap aman saat kendaraan berhenti. Mesin akan terus berputar pada putaran rendah, sementara sistem transmisi menyesuaikan kondisi tersebut.

Namun, ia menyarankan agar pengemudi memindahkan tuas transmisi ke posisi netral apabila mobil berhenti dalam waktu yang cukup lama, misalnya saat terjebak kemacetan panjang atau berhenti lama di persimpangan. Pasalnya, membiarkan tuas tetap berada di posisi drive dalam kondisi berhenti dapat membuat suhu oli transmisi meningkat lebih cepat.

Kenaikan suhu tersebut, jika terjadi secara berulang, berpotensi memengaruhi usia pakai oli transmisi dalam jangka panjang. Meski sistemnya mampu menahan kondisi tersebut, kebiasaan memindahkan tuas ke netral dinilai lebih ramah bagi komponen transmisi.

Di sisi lain, praktisi otomotif lain menilai bahwa mobil matik modern saat ini telah mengalami banyak penyempurnaan. Bahkan transmisi otomatis konvensional kini sudah dibekali teknologi yang lebih kuat dan andal dibandingkan generasi sebelumnya.

Menurutnya, mobil matik tetap aman digunakan baik dengan posisi tuas di drive maupun dipindahkan ke netral saat kendaraan berhenti dan pedal rem diinjak. Tenaga mesin akan terputus secara alami melalui sistem kopling fluida, sehingga tidak menimbulkan tekanan berlebih pada transmisi.

Kondisi tersebut diibaratkan seperti mobil manual yang berhenti dengan gigi tetap masuk, namun kopling ditekan penuh. Sementara ketika tuas dipindahkan ke posisi netral, seluruh mekanisme kopling dalam transmisi berada dalam kondisi bebas, sehingga putaran mesin tidak diteruskan ke sistem penggerak.

Dengan demikian, pengemudi mobil matik tidak perlu terlalu khawatir ketika berhenti di lampu lalu lintas atau kemacetan. Baik memilih posisi drive maupun netral, keduanya tetap aman selama digunakan dengan benar dan sesuai kondisi lalu lintas.

watch Watch AD
Unlock More
Man Loses Leg in 'Phatka Gang' Attack on Moving Train in Kalyan
Man Loses Leg in 'Phatka Gang' Attack on Moving Train in Kalyan
KALYAN: A 22-year-old farmer from Nashik suffered a partial amputation of his left leg after being hit by the notorious 'Phatka gang' near Kalyan. The incident occurred on Sunday morning while Gaurav Nikam was travelling on the Tapovan Express from Thane to Nashik. According to Kalyan GRP, the incident happened between Shahad and Ambivli railway stations when the train slowed down near Irani Pada. Nikam was on a phone call near the train door when a minor boy from outside struck his hand with a
Allegations of Fraudulent Surrogacy Practices Surface at Hyderabad Fertility Clinic
Allegations of Fraudulent Surrogacy Practices Surface at Hyderabad Fertility Clinic
HYDERABAD: Gopalapuram police have registered five new cases against the head of Srushti Fertility Clinic Dr Athaluri Namratha alias Pachipala Namratha, and others based on complaints lodged by five sets of victims. While in one case a couple alleged that the doctor handed them a baby whose DNA did not match theirs, three other couples accused the clinic of adopting dubious methods. They claimed that they had already paid the money — anywhere from Rs 12.5 lakh to Rs 19 lakh — and even deposited their biological samples when they grew suspicious about the operations of Dr Namratha and her clinic. The frauds occurred between 2019 and 2025. Cops are yet to ascertain details of the fifth case.
Uttarkashi Cloudburst Horror: Flash Floods Sweep Away Village, People Seen Running For Their Lives
Uttarkashi Cloudburst Horror: Flash Floods Sweep Away Village, People Seen Running For Their Lives
DEHRADUN: A man narrowly escaped death after the flash flood swept through Dharali village in Uttarkashi on Tuesday, triggering a massive pile of debris. He was seen crawling out from the rubble, covered in mud and visibly injured, moments after the deadly waters destroyed homes, shops, and roads in seconds. The man's identity and his current condition remained unknown as of Tuesday evening, but widely circulated videos have already hailed him as a hero. Officials have not yet confirmed whether he was later taken to hospital or rescued by disaster response teams.