Membangun mental yang kuat pada anak tidak bisa hanya dilakukan dengan perintah sederhana seperti, “Ayo, kamu harus kuat.” Psikoterapis Amy Morin mencontohkan, ada seorang ayah yang bangga karena putranya yang berusia delapan tahun tidak menangis setelah neneknya meninggal. Padahal, Morin menekankan bahwa mengekspresikan emosi dengan cara sehat, termasuk menangis saat sedih, adalah bagian dari kekuatan mental.
Berikut beberapa kalimat yang bisa orangtua gunakan agar anak tumbuh dengan mental tangguh dan percaya diri:
1. “Wajar kok kamu merasa seperti itu” Ucapan ini membantu anak merasa dimengerti. Anak belajar bahwa emosi seperti sedih, marah, atau kecewa itu normal, selama mereka tahu cara menanganinya.
2. “Boleh kok sedih, tapi jangan menyakiti diri atau orang lain” Kalimat ini mengajarkan anak bahwa emosi itu wajar, tetapi perilaku yang merugikan bukanlah cara yang tepat. Orangtua bisa membimbing anak menenangkan diri, misalnya menarik napas dalam atau bercerita tentang perasaannya.
3. “Yuk, kita cari solusi bareng-bareng” Dengan mengajak anak menyelesaikan masalah bersama, mereka belajar berpikir kritis dan menemukan solusi sendiri tanpa merasa terbebani.
4. “Kamu berani banget, meski hasilnya belum sesuai harapan” Mengajarkan anak melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Ucapan ini menanamkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mencoba hal baru.
5. “Dari hal ini, apa yang bisa kita pelajari?” Kalimat ini membantu anak mengubah perspektif terhadap masalah, melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk berkembang.
6. “Kamu mau menyelesaikan masalah dulu atau ingin bicara tentang perasaanmu?” Pertanyaan ini mengajarkan anak membedakan antara masalah dan emosi yang menyertainya, sehingga mereka bisa lebih mudah mengatur diri saat stres.
7. “Hari ini, apa yang bisa kita syukuri?” Rasa syukur membantu anak melihat sisi positif hidup, meski situasi tidak sempurna, dan menumbuhkan ketenangan batin.
8. “Kalau temanmu mengalami hal ini, apa yang akan kamu katakan padanya?” Kalimat ini mengajarkan anak empati dan kemampuan memberi dukungan pada diri sendiri maupun orang lain.
Ucapan Orangtua yang Sebaiknya Dihindari
Beberapa ucapan sebaiknya dihindari karena bisa merusak mental anak:
“Berhenti menangis” – Menangis adalah cara sehat mengekspresikan emosi. Fokuslah pada perilaku, bukan emosinya.
“Semuanya bakal baik-baik saja” – Anak perlu belajar menghadapi tantangan hidup, bukan hanya dijamin aman tanpa usaha.
“Tenang ya” – Tidak semua anak bisa langsung tenang. Ajari mereka teknik menenangkan diri sendiri dan ingatkan saat marah.
Dengan pendekatan yang tepat, orangtua bisa membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, percaya diri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan hidup.
