Magang Nasional Batch 3 Resmi Dibuka, Aturan Baru Soal Jam Magang & Uang Saku

Program Magang Nasional 2026 kembali memasuki Batch 3 dan menarik perhatian banyak pencari pengalaman kerja. Pemerintah menargetkan puluhan ribu peserta tambahan agar kuota tahun ini dapat terpenuhi. Beriringan dengan tingginya minat, aturan mengenai jam kerja dan ketentuan uang saku pun diperbarui, termasuk penjelasan mengenai ritme kerja dan mekanisme pencairan yang menjadi pertanyaan para peserta.

1(1).jpg

Pembaharuan aturan ini penting agar peserta magang tetap mendapatkan pengalaman profesional tanpa mengabaikan aspek perlindungan dan keselamatan kerja.

Aturan Jam Kerja Magang Batch 3

  1. Jam kerja mengikuti ketentuan resmi masing-masing perusahaan atau instansi mitra. Seluruh aturan ini tercantum dalam Perjanjian Pemagangan.
  2. Durasi maksimal yang diperbolehkan adalah 40 jam per minggu, dan tidak boleh melampaui aturan jam kerja di tempat magang tersebut.
  3. Peserta mengikuti ritme kerja perusahaan, namun tetap berada dalam koridor jam kerja yang aman dan memiliki perlindungan.
  4. Peserta berhak mendapat waktu istirahat dengan ketentuan minimal satu hari libur setiap minggu.

Besaran Uang Saku Magang Batch 3

  1. Uang saku dihitung berdasarkan kehadiran bulanan dengan formula: Uang Saku = (Hari Kehadiran ÷ Total Hari Pemagangan dalam Sebulan) × Uang Saku yang Ditetapkan.
  2. Ketentuan perpajakan mengikuti aturan berlaku, namun uang saku peserta tidak dipotong pajak.
  3. Izin atau sakit hingga tiga hari dalam sebulan tidak menyebabkan potongan.
  4. Jika izin atau sakit lebih dari tiga hari, potongan mulai dilakukan pada hari keempat.
  5. Ketidakhadiran tanpa keterangan akan langsung dikenakan pemotongan.
  6. Perusahaan dilarang memotong uang saku yang sudah ditransfer kepada peserta. Keluhan dapat disampaikan melalui kanal pengaduan resmi.

Tahapan Pencairan Uang Saku (Mengacu pada Proses Batch Sebelumnya)

  1. Rekap dan verifikasi laporan kehadiran melalui aplikasi pemantauan dilakukan hingga 20 November 2026.
  2. Pengajuan pencairan uang saku kemudian diproses ke lembaga keuangan negara terkait.
  3. Instruksi penyaluran diteruskan ke bank mitra, seperti bank-bank nasional yang bekerja sama dalam program magang.
  4. Bank penyalur akan mentransfer uang saku langsung ke rekening peserta sesuai jadwal operasional masing-masing.

Program Magang Nasional Batch 3 diharapkan memberi kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa dan pencari pengalaman kerja untuk mengenal dunia industri secara langsung. Dengan pembaruan aturan yang lebih jelas, peserta dapat menjalani program magang dengan aman, terarah, dan mendapatkan hak sesuai ketentuan.

Man Loses Leg in 'Phatka Gang' Attack on Moving Train in Kalyan
Man Loses Leg in 'Phatka Gang' Attack on Moving Train in Kalyan
KALYAN: A 22-year-old farmer from Nashik suffered a partial amputation of his left leg after being hit by the notorious 'Phatka gang' near Kalyan. The incident occurred on Sunday morning while Gaurav Nikam was travelling on the Tapovan Express from Thane to Nashik. According to Kalyan GRP, the incident happened between Shahad and Ambivli railway stations when the train slowed down near Irani Pada. Nikam was on a phone call near the train door when a minor boy from outside struck his hand with a
Allegations of Fraudulent Surrogacy Practices Surface at Hyderabad Fertility Clinic
Allegations of Fraudulent Surrogacy Practices Surface at Hyderabad Fertility Clinic
HYDERABAD: Gopalapuram police have registered five new cases against the head of Srushti Fertility Clinic Dr Athaluri Namratha alias Pachipala Namratha, and others based on complaints lodged by five sets of victims. While in one case a couple alleged that the doctor handed them a baby whose DNA did not match theirs, three other couples accused the clinic of adopting dubious methods. They claimed that they had already paid the money — anywhere from Rs 12.5 lakh to Rs 19 lakh — and even deposited their biological samples when they grew suspicious about the operations of Dr Namratha and her clinic. The frauds occurred between 2019 and 2025. Cops are yet to ascertain details of the fifth case.
Uttarkashi Cloudburst Horror: Flash Floods Sweep Away Village, People Seen Running For Their Lives
Uttarkashi Cloudburst Horror: Flash Floods Sweep Away Village, People Seen Running For Their Lives
DEHRADUN: A man narrowly escaped death after the flash flood swept through Dharali village in Uttarkashi on Tuesday, triggering a massive pile of debris. He was seen crawling out from the rubble, covered in mud and visibly injured, moments after the deadly waters destroyed homes, shops, and roads in seconds. The man's identity and his current condition remained unknown as of Tuesday evening, but widely circulated videos have already hailed him as a hero. Officials have not yet confirmed whether he was later taken to hospital or rescued by disaster response teams.
Can Vijay be the Next MGR in Tamil Nadu Elections?
Can Vijay be the Next MGR in Tamil Nadu Elections?
A huge poster of actor Vijay stares down from the wall. A digital signboard flashes: 285 days, 3 hours, 43 minutes and 46 seconds, a countdown to the 2026 assembly election in Tamil Nadu. Scores of people sit glued to screens, fingers flying over keyboards, some others are on mobile phones trying to reach voters in remote hamlets. The Tamizhaga Vettri Kazhagam (TVK) war room in Chennai is fully activated.