Dermal injector kini menjadi salah satu metode perawatan kulit yang populer karena mampu memasukkan serum langsung ke lapisan kulit secara merata. Perawatan ini dikenal efektif untuk menghidrasi kulit, memperbaiki tekstur, dan mengatasi masalah seperti flek hitam maupun tanda penuaan dini. Meski demikian, prosedur ini bukan perawatan sembarangan dan harus dilakukan dengan pendampingan medis.
![]()
Dokter estetika dari Dermies Max, dr. Gunung Mansell, menekankan bahwa dermal injector hanya boleh dilakukan setelah konsultasi medis. “Dermal injector bisa dilakukan mulai usia 17 tahun ke atas, tetapi harus melalui konsultasi dokter,” jelas dr. Gunung dalam acara Grand Opening Flagship Dermies Max Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2026).
Berikut enam kelompok atau kondisi yang aman untuk mencoba dermal injector beserta catatan pentingnya:
1. Remaja dan dewasa muda usia 17 tahun ke atas
Dermal injector diperbolehkan sejak usia 17 tahun dengan pendampingan dokter. Pada usia ini, kulit biasanya masih dalam kondisi baik, meski beberapa orang mulai mengalami kulit kering, kusam, atau bekas jerawat ringan. Perawatan ini membantu serum menembus lapisan kulit untuk memperbaiki kondisi tersebut, namun dokter akan menilai apakah injeksi diperlukan atau cukup dengan perawatan topikal.
2. Mereka yang ingin perawatan kulit lebih maksimal
Jenis serum yang disuntikkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, seperti serum DNA Salmon untuk memperbaiki kualitas kulit, serum hidrasi untuk kulit kering, atau serum khusus untuk mengurangi flek hitam. Fleksibilitas ini membuat dermal injector perawatan personal yang disesuaikan kondisi kulit tiap individu.
3. Pencegahan penuaan dini
Dermal injector juga bisa digunakan untuk menjaga kulit dari tanda penuaan sejak dini. “Penuaan adalah proses alami, tetapi bisa dikelola dengan perawatan yang tepat,” ucap dr. Gunung. Perawatan ini bukan hanya untuk yang sudah menua, tapi juga bagi yang ingin menjaga kualitas kulit sejak muda.
4. Tidak sedang mengalami infeksi atau jerawat besar
Perawatan ini tidak dianjurkan bagi mereka yang sedang memiliki jerawat meradang, infeksi kulit, atau penyakit kulit menular seperti herpes. Kondisi kulit yang sehat penting untuk menghindari risiko komplikasi pasca tindakan.
5. Tidak memiliki luka terbuka
Luka terbuka dapat meningkatkan risiko infeksi bila langsung dilakukan injeksi. Dokter akan menyarankan pasien menunggu sampai luka sembuh sebelum menjalani perawatan dermal injector.
6. Tidak sedang hamil
Ibu hamil sebaiknya menunda perawatan dermal injector. Langkah ini bersifat preventif demi keamanan janin, meski belum terbukti menimbulkan efek langsung.
Pentingnya konsultasi sebelum perawatan
Sebelum melakukan dermal injector, usia, kondisi kulit, jenis serum, dan riwayat kesehatan harus dievaluasi terlebih dahulu. Perawatan ini bukan sekadar kosmetik biasa, melainkan prosedur medis yang membutuhkan kehati-hatian dan indikasi tepat. Dokter dapat menyesuaikan serum sesuai kebutuhan, apakah untuk hidrasi, perbaikan tekstur, pencegahan penuaan, atau mengatasi flek hitam, sehingga hasil perawatan lebih optimal dan aman.
