Jakarta — Aset digital terbesar di dunia, Bitcoin (BTC), menguat 2,7% ke level US$121.767 pada Senin (11/8/2026), hanya berjarak tipis dari rekor harga tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan ini dipicu oleh pembelian masif dari investor institusional serta penambahan aset oleh sejumlah perusahaan yang menyimpan cadangan kripto di neraca keuangan mereka.
Rekor harga sebelumnya tercatat pada 14 Juli 2026 di US$123.200, hanya beberapa hari sebelum Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang baru yang menjadi panduan regulasi pertama untuk pasar kripto di negaranya.
Sepanjang 2026 (year to date), nilai Bitcoin telah naik 30,13%. Pada perdagangan terakhir, BTC bahkan sempat melonjak 3,2% hingga menyentuh US$122.000, level tertinggi dalam 24 jam terakhir.
Menurut data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai US$2,42 triliun, mendekati kapitalisasi perusahaan teknologi raksasa asal AS senilai US$2,44 triliun. Dengan nilai ini, Bitcoin menjadi aset terbesar keenam dunia, melampaui perusahaan besar lain di sektor teknologi dan e-commerce.
Faktor Pendukung: Arus Dana Besar & ETF Spot
Rachael Lucas, analis kripto di BTC Markets, menjelaskan kenaikan Bitcoin ditopang aliran dana yang stabil dari institusi ke kas perusahaan, popularitas ETF spot di AS, dan perubahan strategi investor setelah diberlakukannya tarif baru terhadap impor emas batangan.
"Bitcoin semakin dipandang sebagai penyimpan nilai global yang bebas hambatan dan tidak terikat pada kebijakan tarif," ujarnya, dikutip dari Bloomberg News.
Data Coingecko mencatat akumulasi Bitcoin oleh korporasi dan investor besar telah mencapai US$114 miliar. Tren positif juga terlihat pada Ethereum (ETH), di mana perusahaan besar menambah kepemilikan senilai US$13 miliar.
Analisis Grafik: Pola Bendera Bullish
Dilansir Crypto News (10/8), grafik harian BTC menunjukkan pola bullish flag yang biasanya menjadi sinyal awal kenaikan signifikan. Pola ini terbentuk sejak 22 Juni ketika harga bergerak dari US$98.320 hingga puncak US$123.200, dengan rentang hampir US$25.000.
Jika mengikuti rumus teknikal, target harga dari pola ini berada di sekitar US$142.000. BTC juga bertahan di atas EMA 100 hari dan berhasil menguji ulang level support di US$112.000.
Indikator seperti RSI, MACD, dan MFI sama-sama mengarah ke tren naik, menambah keyakinan pasar akan potensi reli lanjutan.
Dukungan Sentimen Global
Kenaikan Bitcoin juga sejalan dengan lonjakan saham teknologi pekan lalu, dipicu optimisme investor terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed serta pelemahan dolar AS.
Peluang pemangkasan suku bunga semakin besar setelah data ketenagakerjaan AS yang lemah. Jika data inflasi konsumen (CPI) pada Selasa menunjukkan kenaikan moderat sesuai prediksi (Juli di 2,8%), ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter akan menguat.
10 Aset Terbesar Dunia Berdasarkan Kapitalisasi Pasar
Emas — US$23,09 triliun
Nvidia — US$4,45 triliun
Microsoft — US$3,8 triliun
Apple — US$3,4 triliun
Perusahaan Teknologi Besar AS — US$2,44 triliun
Bitcoin — US$2,42 triliun
Amazon — US$2,37 triliun
Perak — US$2,1 triliun
Meta Platforms — US$1,93 triliun
Saudi Aramco — US$1,45 triliun
Dengan dukungan teknikal yang solid, arus dana besar dari institusi, dan sentimen global yang positif, peluang Bitcoin mencetak rekor harga baru dalam pekan ini semakin terbuka lebar.
