Hidden Dangers of Intermittent Fasting — From Headaches to Heart Risks

Intermittent fasting (IF) atau puasa berselang menjadi tren diet populer untuk menurunkan berat badan. Namun, penelitian terbaru mengungkap potensi risiko kesehatan, mulai dari gangguan jantung hingga gangguan pola makan. Simak fakta lengkapnya sebelum mencoba metode ini.

Apa Itu Intermittent Fasting?

IF adalah pola makan yang membagi waktu antara periode puasa dan makan, seperti metode 16:8 (puasa 16 jam, makan 8 jam) atau 5:2 (makan normal 5 hari, pembatasan kalori 2 hari). Meski diklaim efektif turunkan berat badan, para ahli memperingatkan dampak jangka panjangnya.

Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

  1. Gangguan Jantung dan Pembuluh DarahStudi pada 20.000 orang dewasa AS menunjukkan, mereka yang makan kurang dari 8 jam/hari berisiko 91% lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Risiko ini meningkat pada penderita gangguan jantung.
  2. Kekurangan Nutrisi dan Penurunan Massa OtotPembatasan waktu makan berpotensi menyebabkan kekurangan protein, vitamin, dan mineral, terutama pada lansia. IF juga dapat mengurangi massa otot, memengaruhi kekuatan dan metabolisme.
  3. Gangguan Pola MakanPenelitian di Kanada mengungkap, remaja dan dewasa muda yang melakukan IF lebih rentan mengalami binge eating (makan berlebihan) dan gangguan psikologis terkait makanan.
  4. Efek Samping Jangka PendekSakit kepala, lemas, dan sulit konsentrasi sering dilaporkan akibat penurunan gula darah dan dehidrasi selama puasa.

Siapa yang Harus Menghindari IF?

  • Penderita penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
  • Lansia dan remaja dalam masa pertumbuhan.
  • Orang dengan riwayat gangguan pola makan.

Alternatif Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ahli gizi menyarankan:

  • Pola makan seimbang dengan porsi terkontrol.
  • Olahraga teratur sesuai kemampuan.
  • Konsultasi dokter sebelum memulai diet ketat.

Pesan Penting:
IF bukan solusi ajaib untuk berat badan. Kenali kondisi tubuh dan pilih metode yang aman. Jika mengalami gejala tidak nyaman, segera hentikan dan cari bantuan profesional.


Sumber: Data penelitian kesehatan terbaru (2026).
Artikel ini disusun untuk edukasi publik dan tidak menggantikan saran medis.

watch Watch AD
Unlock More
Can Vijay be the Next MGR in Tamil Nadu Elections?
Can Vijay be the Next MGR in Tamil Nadu Elections?
A huge poster of actor Vijay stares down from the wall. A digital signboard flashes: 285 days, 3 hours, 43 minutes and 46 seconds, a countdown to the 2026 assembly election in Tamil Nadu. Scores of people sit glued to screens, fingers flying over keyboards, some others are on mobile phones trying to reach voters in remote hamlets. The Tamizhaga Vettri Kazhagam (TVK) war room in Chennai is fully activated.
Man Loses Leg in 'Phatka Gang' Attack on Moving Train in Kalyan
Man Loses Leg in 'Phatka Gang' Attack on Moving Train in Kalyan
KALYAN: A 22-year-old farmer from Nashik suffered a partial amputation of his left leg after being hit by the notorious 'Phatka gang' near Kalyan. The incident occurred on Sunday morning while Gaurav Nikam was travelling on the Tapovan Express from Thane to Nashik. According to Kalyan GRP, the incident happened between Shahad and Ambivli railway stations when the train slowed down near Irani Pada. Nikam was on a phone call near the train door when a minor boy from outside struck his hand with a
Allegations of Fraudulent Surrogacy Practices Surface at Hyderabad Fertility Clinic
Allegations of Fraudulent Surrogacy Practices Surface at Hyderabad Fertility Clinic
HYDERABAD: Gopalapuram police have registered five new cases against the head of Srushti Fertility Clinic Dr Athaluri Namratha alias Pachipala Namratha, and others based on complaints lodged by five sets of victims. While in one case a couple alleged that the doctor handed them a baby whose DNA did not match theirs, three other couples accused the clinic of adopting dubious methods. They claimed that they had already paid the money — anywhere from Rs 12.5 lakh to Rs 19 lakh — and even deposited their biological samples when they grew suspicious about the operations of Dr Namratha and her clinic. The frauds occurred between 2019 and 2025. Cops are yet to ascertain details of the fifth case.
logo Trending News
Sering Dikonsumsi Sehari-hari, Jenis Makanan Ini Ternyata Berkaitan dengan Stres
Sering Dikonsumsi Sehari-hari, Jenis Makanan Ini Ternyata Berkaitan dengan Stres
Leukemia Dominasi Kasus Kanker pada Anak di Indonesia, Tanda Awal yang Perlu Diwaspadai
Leukemia Dominasi Kasus Kanker pada Anak di Indonesia, Tanda Awal yang Perlu Diwaspadai
Kerusakan Ginjal Bisa Diam-Diam, Ini 7 Gejala yang Harus Diwaspadai
Kerusakan Ginjal Bisa Diam-Diam, Ini 7 Gejala yang Harus Diwaspadai
Ginjal adalah organ vital yang bertanggung jawab menyaring sekitar setengah gelas darah setiap menit untuk menghilangkan limbah dan kelebihan cairan dari tubuh. Selain itu, ginjal membantu menjaga keseimbangan mineral, elektrolit, dan hormon penting. Namun, kerusakan ginjal sering terjadi secara diam-diam tanpa gejala jelas hingga kondisinya menjadi permanen.
Kekurangan Magnesium? Dokter Sebut 6 Tanda Tubuh Kekurangan Magnesium Parah
Kekurangan Magnesium? Dokter Sebut 6 Tanda Tubuh Kekurangan Magnesium Parah
Cegah Diabetes Mulai Sekarang: Batas Maksimal Gula Harian Menurut Ahli
Cegah Diabetes Mulai Sekarang: Batas Maksimal Gula Harian Menurut Ahli
Banyak Makan Sayur Bisa Bantu Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasan Dokter
Banyak Makan Sayur Bisa Bantu Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasan Dokter
Banyak orang percaya bahwa konsumsi sayur dapat membantu menurunkan berat badan. Apakah benar demikian? Menurut Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K), dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, penurunan berat badan sebaiknya dimulai dengan mengurangi asupan karbohidrat dan lemak, kemudian menambah porsi sayur dan buah.
6 Sayuran Tinggi Kalsium yang Mudah Ditemukan di Indonesia, Bantu Jaga Kesehatan Tulang
6 Sayuran Tinggi Kalsium yang Mudah Ditemukan di Indonesia, Bantu Jaga Kesehatan Tulang
Kalsium dikenal sebagai mineral penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Namun, banyak orang masih mengira sumber kalsium hanya berasal dari susu, keju, atau yogurt. Padahal, ada banyak sayuran tinggi kalsium yang bisa menjadi alternatif, terutama bagi yang mengurangi produk susu atau menjalani diet berbasis tanaman. Beberapa sayuran ini bahkan mudah ditemukan di Indonesia dan sering dikonsumsi sehari-hari.
Cara Mencegah Cacar Api Sejak Dini, Mulai dari Gaya Hidup Sehat hingga Perlindungan Tambahan
Cara Mencegah Cacar Api Sejak Dini, Mulai dari Gaya Hidup Sehat hingga Perlindungan Tambahan