Pemerintah telah meningkatkan anggaran pendidikan sebesar 9,8 persen dari tahun 2026 yang mencapai Rp 690,1 triliun. Dalam RAPBN 2026, anggaran ini menjadi Rp 757,8 triliun, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tiga sektor menjadi fokus utama dari total anggaran pendidikan, yaitu:
Sekolah dan kampus: Rp 150,1 triliun
Tenaga pendidikan: Rp 178,7 triliun
Siswa dan mahasiswa: Rp 401,5 triliun
Program MBG termasuk dalam sektor siswa dan mahasiswa, dengan alokasi sebesar Rp 335 triliun untuk 82,9 juta penerima manfaat serta 30.000 Satuan Pelayanan Pemenuhi Gizi (SPPG).
Anggaran pendidikan sebesar Rp 757,8 triliun ini menyusun 20 persen dari APBN sesuai dengan amanat Undang-undang, dan sekaligus menjadi anggaran pendidikan terbesar sepanjang sejarah. Hal ini disebutkan dalam pidato saat sidang Paripurna DPR mengenai RAPBN 2026 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (15/8/2026).
Dinyatakan bahwa dana ini harus digunakan secara tepat sasaran, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga kualitas guru. Selain itu, juga ditekan pentingnya memperkuat pendidikan vokasi dan menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
Berikut rincian anggaran pendidikan:
PIP untuk 2,1 juta siswa: Rp 15,5 triliun
KIP Kuliah untuk 1,2 juta mahasiswa: Rp 17 triliun
Sekolah Rakyat di 2.000 titik: Rp 4,9 triliun
Beasiswa LDP untuk 4.000 mahasiswa
Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru-dosen: Rp 178,7 triliun
Peningkatan kualitas sekolah dan kampus: Rp 150,1 triliun
Program MBG Menciptakan 290 Ribu Lapangan Kerja Baru
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menyerap 44 persen dari total anggaran pendidikan, telah berjalan sejak Januari 2026 dengan melibatkan lebih dari 5.800 dapur MBG di 38 provinsi. Dalam program ini, telah tercipta 290 ribu lapangan kerja baru. Relawan dapur MBG sebagian besar merupakan orang tua (ayah/ibu) siswa penerima manfaat.
Program MBG juga melibatkan satu juta UMKM, petani, nelayan, dan peternak, yang secara signifikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
